Bagi seorang musisi, pendengaran adalah segalanya. Namun, takdir berkata lain bagi Ludwig van Beethoven, salah satu komposer musik klasik terbesar dalam sejarah dunia. Pada usia 26 tahun, saat kariernya baru saja memuncak, ia mulai kehilangan pendengarannya secara perlahan hingga akhirnya tuli total.

Bagi sebagian besar orang, kondisi ini adalah akhir dari segalanya. Beethoven sempat jatuh dalam depresi berat dan mengisolasi diri. Pikiran negatif sempat membisikkan agar ia menyerah saja pada hidup.

Namun, di tengah kesunyian dunianya, kepribadian positif dan kecintaannya yang mendalam pada musik membantunya bangkit. Ia menolak untuk kalah oleh takdir. Beethoven mulai memotong kaki-kaki piano kayunya agar instrumen tersebut langsung menyentuh lantai. Dengan cara itu, ia bisa merasakan getaran (vibrasi) setiap nada musik melalui tulang tubuh dan lantai kamarnya.

Hebatnya, karya-karya musiknya yang paling megah dan abadi justru lahir saat ia sudah dalam keadaan tuli total. Salah satunya adalah Symphony No. 9, sebuah simfoni yang melambangkan kegembiraan dan persaudaraan umat manusia.

Saat simfoni itu dipentaskan pertama kali di Wina, Beethoven sendiri yang memimpin orkestra tersebut dengan menghadap ke arah panggung. Ketika lagu selesai, ia tidak mendengar apa pun. Salah seorang penyanyi harus membalikkan tubuh Beethoven agar ia bisa melihat ke arah penonton. Detik itu juga, ia melihat seluruh penonton berdiri sambil bertepuk tangan meriah dengan air mata haru. Beethoven membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak akan pernah bisa mengurung jiwa yang selalu memilih untuk berpikir positif.

Sosok Ludwig van Beethoven adalah komposer, konduktor, dan pemain piano legendaris asal Jerman yang hidup pada tahun 1770–1827. Riwayat mengenai penyakit ketuliannya pun tercatat sangat lengkap dalam dokumen sejarah dunia.

3 Fakta Sejarah Perjuangan Beethoven:

  • Mulai Tuli di Usia Muda: Beethoven mulai mendeteksi gangguan pendengaran (seperti suara berdengung) di telinganya sejak usia 26-28 tahun. Kondisi tersebut terus memburuk hingga ia divonis tuli total di usia sekitar 44–45 tahun.
  • Trik Merasakan Getaran Piano: Karena tidak bisa mendengar suara, ia sengaja memotong kaki pianonya agar instrumen tersebut langsung menempel ke lantai kayu kamarnya. Dengan begitu, ia bisa merasakan vibrasi getaran nada menggunakan indra peraba dan tulang tubuhnya saat menciptakan melodi megah. The California Symphony +1
  • Kejadian Nyata Konser Symphony No. 9: Momen di mana tubuh Beethoven harus dibalikkan oleh seorang penyanyi agar ia bisa melihat tepuk tangan penonton itu adalah kejadian nyata yang tercatat secara resmi dalam sejarah konser perdananya di kota Wina pada tahun 1824. Saat itu penonton menangis haru melihat sang maestro yang memimpin lagu ternyata tidak bisa mendengar satu suara pun dari mahakaryanya sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *